Membentuk Karakter Pribadi Anak.
By Priyo Sasongko,S.Pd. (KAUR. Kesiswaan)
“Bila anak mendapat pengakuan, Ia belajar mengukur
dirinya”( Dorothe Law Nolte). Kalimat tersebut
terlihat sangat sederhana, namun jika kita cermati dan kita pahami mempunyai
makna yang dalam untuk melihat dan membentuk karakteristik seorang anak. Karena
setiap anak mempunyai jiwa, kemampuan dan karakter yang berbeda – beda.
Namun jika kita mampu memberikan peluang dan stimulus, perkembangan minat,
kemandirian dan karakter anak akan terbentuk.
Perkembangan pendidikan yang kian pesat dan
selalu dinamis menuntut kita untuk mengikuti perkembangan jaman dengan
mengimbangi dengan berinovasi dan lebih kreatif. Kita berusaha tidak hanya memberi materi tentang ilmu akademik
namun juga ilmu akidah, akhlaq yang merupakan suatu kesatuan dari manusia yang
tidak hanya pandai tapi juga mempunyai budi pekerti dan akhlaqul karimah.
Sebagai sekolah yang mempunyai harapan untuk mengembangkan dan memfasilitasi minat dan
bakat yang termaktup dalam “The Talented School”, kita berharap semua siswa
tidak terbelenggu oleh padatnya aktivitas akademik. Kita telah berusaha dengan
mewujudkan satu hari penuh untuk kegiatan ekstrakurikuler (setiap Sabtu) yang berlanjut pada event-event
tertentu, Kegiatan tengah semester dan Outbound.
Salah satu kegiatan tahun kita adalah Out bound. Dengan kegiatan Out bound, guru ataupun
siswa dapat mampu mengenal potensi dan kondisi pada diri pribadi siswa
tersebut. Menurut Sigmund Freud, “kepribadian
sebagian besar dibentuk oleh usia lima tahun. Awal perkembangan berpengaruh
besar dalam pembentukan kepribadian dan terus mempengaruhi perilaku di kemudian hari”.
Dari dasar
pendapat tersebut, siswa yang duduk di kelas I, sudah mulai proses membentuk
dan membangun karakter mereka sendiri. Namun sangat disayangkan ketika pada
saat proses pembentukan tersebut tidak mendapat dampingan dan arahan yang baik.
Hali ini juga mempunyai pengaruh terhadap proses belajar, karena pada saat
siswa mengalami kondisi yang kondusif saat itulah kita harus memperlakukan
mereka dengan tepat.
Dalam kegiatan
outbound, siswa diharapkan bisa bereksploitasi yang menuntut kemampuan dan
ketrampilan serta kepribadian pada setiap peserta outbound tersebut. Sehingga
ketika siswa dihadapkan pada suatu permainan yang sulit yang dituntut untuk
bertanggungjawab, maka secara otomatis mereka memperlukan suatu kemampuan atau
kecerdasan yang lebih tinggi dan mempunayi rasa, jiwa kepribadian yang sesuai
dengan permainan tersebut.
Salah satu ciri
dalam permainan atau outbound yang selama ini kami lakukan adalah mengutamakan
sikap mandiri, sikap berkelompok yang merupakan prinsip team work. Sehingga
mereka diharapkan mampu beradaptasi ketika berada dalam dunia kelompok. Yang
pada akhirnya mereka mengetahui bahwa dengan teamwork merupakan solusi terbaik
untuk mencapai suatu kesuksesan ataupun prestasi.
Saat ini kami selalu melakukan kegiatan outbound, dimana pelaksanaan
program dilakukan di alam terbuka (Outdoor) dengan menggunakan
permainan (Education Games) yang menarik dan Menantang. Sistem atau program ini terbukti efektif dan
telah sebenarnya juga banyak dilakukan oleh team outbound yang lain, karena
mempunyai konsep dan membagun perilaku. Menurut metode Ancok, 2002 ada beberapa
karakter dalam metode tersebut yaitu:
- Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan. Hal ini
dilakukan untuk memudahkan pemahaman terhadap permasalahan kelompok yang
kompleks melalui penggunaan “pemahaman” (metafora) dalam permainan.
- Pembelajaran melalui pengalaman (experential learning)
menjadi acuan dalam metode ini. Ketika peserta dapat secara langsung merasakan tentang keberhasilan
dan kegagalan dalam sebuah metafora kehidupan melalui permainan, maka individu
akan dapat dengan mudah memasukkan pelajaran tersebut ke dalam pikiran dan
perasaannya sehingga dapat dengan mudah terinternalisasi ke dalam dirinya.
- Perasaan senang dan tertantang menjadi landasan dalam
mendapatkan inspirasi dan pelajaran, yang dilakukan dengan media permainan
tantangan.
Menjadi pemahaman bersama bagi para Guru khusunya, bahwa suasana senang dan termotivasi
akan mempermudah masuknya sebagai pelajaran kedalam dirinya.
Selain dari beberapa karakter tersebut, outbound yang kami lakukan juga mengacu pada
beberapa aspek. Ada 4 aspek utama yang ingin ditembak melalui program
outbound
ini, yaitu :
Anak diajak belajar memecahkan masalah melalui tugas yang ada di setiap pos, sekaligus memaknai permainan tersebut.
Anak dilatih keterampilan motorik
melalui permainan-permainan yang mengajak mereka melakukan banyak gerakan untuk
mengoptimalkan anggota tubuh mereka.
Anak dilatih
untuk peka dan belajar saling memahami dengan teman-temannya yang lain, serta
mensyukuri berbagai nikmat pemberian Tuhan.
Anak diajak
untuk belajar bekerja sama dengan teman sebaya yang tergabung dalam kelompok,
saling menghargai, dan tolong-menolong.
Maka jelas sekali bahwa SD Muhammadiyah yang mempunyai slogan
“The Talented School”
sangat berharap dan berusaha untuk mendidik putra-putri yang belajar menimba
ilmu untuk masa depan yang lebih gemilang. Sehingga apa yang diharapkan kita
semua baik dari orang tua/wali murid, guru, masyarakat dan anak-anak dapat kita
wujudkan bersama-sama.
Dan sebagai pengemban tugas untuk menyiapkan generasi yang lebih maju, unggul dan mandiri,
SD Muhammadiyah 21 berusaha memberikan yang terbaik bagi agama, bangsa dan
Negara.